Thursday, August 2, 2012

Hubungan Transpirasi dengan Pertumbuhan Tumbuhan


 

A. Pengertian Transpirasi

Transpirasi merupakan proses keluarnya uap air dari dalam tanaman melalui stomata atau lubang lain seperti lenti sel.

B. Mekanisme Transpirasi

Air diserap ke dalam akar secara osmosis melalui rambut akar, sebagian besar bergerak menurut gradien potensial air melalui xilem. Air dalam pembuluh xilem mengalami tekanan besar karena molekul air polar menyatu dalam kolom berlanjut akibat dari penguapan yang berlangsung di bagian atas. Sebagian besar ion bergerak melalui simplas dari epidermis akar ke xilem, dan kemudian ke atas melalui arus transportasi.
Laju transpirasi dipengaruhi oleh ukuran tumbuhan, kadar CO2, cahaya, suhu, aliran udara, kelembaban, dan tersedianya air tanah. Faktor-faktor ini mempengaruhi perilaku stomata yang membuka dan menutupnya dikontrol oleh perubahan tekanan turgor sel penjaga yang berkorelasi dengan kadar ion kalium (K+) di dalamnya. Selama stomata terbuka, terjadi pertukaran gas antara daun dengan atmosfer dan air akan hilang ke dalam atmosfer. Untuk mengukur laju transpirasi tersebut dapat digunakan potometer.
Transpirasi pada tumbuhan yang sehat sekalipun tidak dapat dihindarkan dan jika berlebihan akan sangat merugikan karena tumbuhan akan menjadi layu bahkan mati.
Sebagian besar transpirasi berlangsung melalui stomata, sedangkan melalui kutikula daun dalam jumlah yang lebih sedikit. Transpirasi terjadi pada saat tumbuhan membuka stomatanya untuk mengambil karbon dioksida dari udara untuk berfotosintesis.
Lebih dari 20 % air yang diambil oleh akar dikeluarkan ke udara sebagai uap air. Sebagian besar uap air yang ditranspirasi oleh tumbuhan tingkat tinggi berasal dari daun selain dari batang, bunga dan buah.
Transpirasi menimbulkan arus transpirasi yaitu translokasi air dan ion organik terlarut dari akar ke daun melalui xilem.

C. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Transpirasi

Kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor-faktor dalam maupun faktor-faktor luar,

1. Faktor Dalam

• Besar kecilnya daun.
• Tebal tipisnya daun.
• Berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun.
• Banyak sedikitnya bulu di permukaan daun.
• Banyak sedikitnya stomata.
• Bentuk dan lokasi stomata.

Selain itu, adapun hal-hal yang mempengaruhi kegiatan transpirasi, yaitu :

a. Bentuk serta distribusi stomata

Lubang stomata yang tidak bundar melainkan oval itu ada sangkut paut dengan intensitas pengeluaran air. Juga yang letaknya satu sama lain di perantaian oleh suatu juga jarak yang tertentu itu pun mempengaruhi intensitas penguapan. Jika lubang-lubang itu terlalu berdekatan maka penguapan dari lubang yang satu malah menghambat penguapan dari lubang yang berdekatan.

b. Membuka dan menutupnya stomata
Mekanisme membuka dan menutupnya stomata berdasarkan suatu perubahan turgor itu adalah akibat dari perubahan nilai osmosis dari isi sel-sel penutup.

c. Banyaknya stomata
Pada tanaman darat, umumnya stomata itu terdapat pada permukaan daun bagian bawah. Pada beberapa tanaman, permukaan atas dari daun pun mempunyai stomata juga. Temperatur berpengaruh pada membuka dan menutupnya stomata. Pada banyak tanaman stoma tidak berserdia membuka jika temperatur ada disekitar 0 derajat Celcius.

2. Faktor Luar

• Sinar matahari

Sinar matahari menyebabkan membukanya stomata dan gelap menyebabkan menutupnya stomata. Jadi banyakny sinar matahari dapat mempercepat proses transpirasi.

• Temperatur

Pengaruh temperatur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain, yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air didalam daun dan tekanan uap air diluar daun. Kenaikan temperatur akan menambah tekanan uap didalam daun dan sebaliknya penurunan temperatur akan mengurangi tekanan uap diluar daun.

• Kelembaban udara

• Angin

• Keadaan air didalam tanah

Walaupun beberapa jenis tumbuhan dapat hidup tanpa melakukan transpirasi, tetapi jika transpirasi berlangsung pada tumbuhan agaknya dapat memberikan beberapa keuntungan bagi tumbuhan tersebut misalnya dalam :
• Mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui pembuluh xilem
• Menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal
• Sebagian salah satu cara untuk menjaga stabilitas suhu.

D. Hubungan dengan Mulut Daun
Semakin lebar daun, maka jumlah stomata semakin banyak sehingga traspirasi semakin besar

E. Hubungan Transpirasi dengan Pertumbuhan dan Kematian Tanaman

Pengaruh traspirasi terhadap pertumbuhan tanaman adalah :

•      Pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel.
•      Penyerapan dan pengangkutan air dan unsur hara.
•      Pengangkutan asimilat.
•      Membuang kelebihan air.
•      Pengaturan bukaan stomata.
•      Mempertahankan suhu daun.

Dengan danya transpirasi, maka air dari kapiler dari dalam tanah mengalir ke atas sampai ke daun hanya sedikit saja yang digunakan sebagai pertumbuhan, sisanya dalam jumlah yang sangat besar diuapkan melalui traspirasi. Walaupun begitu, transpirasi sangat penting bagi tumbuhan dengan catatan jika kadar air kapiler tanah mencukupi.
Unsur hara yang terdapat dalam tanah masuk ke dalam dan antar sel akibat berikatan atau terbawa oleh air karena transpirasi, air yang di fotolisis berperan dalam fotosintesis sehingga tumbuhan dapat tumbuh.

1 komentar:

Dwi Pusdika said...

makaci infonya

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates